
Sebentar lagi perhelatan akbar Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Propinsi Sulawesi selatan akan diadakan. Masih ada saja keraguan banyak masyarakat tentang tertibnya pelaksanaan pilkada ini, namun hampir semua elemen masyarakat Sulsel mendukung dan siap melakukan yang terbaik guna mewujudkan pilkada damai.
Terlepas dari format dan pelaksanaan proses pemilihan, kita dapat melihat di beberapa hari terakhir ini- menjelang selesainya kampanye- banyaknya adagium dan slogan-slogan yang begitu melenakan hati masyarakat untuk memilih calon tertentu. Sampai-sampai spanduk bernada provokatif pun muncul berseliweran dimana-mana. Dampaknya, masing-masing pendukung calon seakan mati-matian mempertahankan pilihannya. Berbagai program yang direncanakan telah diinventarisir dan dipaparkan -seakan telah melalui pengkajian manajemen dan sosiologi yang rumit- begitu mudahnya kita dapatkan dari program ketiga kandidat ini.
Teringat, di pemilihan umum tahun 2004, baik Anggota dewan maupun presiden dan wakil presiden yang terpilih, dengan dukungan partai dan masyarakat pun belum dapat maksimal merealisasikan program-programnya hingga menjelang masa kerja akan berakhir.
Masyarakat pasti bisa berpikir, jika kandidat yang bakal terpilih nanti dan kurang mendapat dukungan dari partai dan masyarakat hanya karena perbedaaan-perbedaan seperti "sang terpilih" bukan berasal dari partainya atau dari sukunya, maka roda pemerintahan bukan hanya tidak optimal, tapi akan saling menyalahkan, tebang pilih kedudukan dan bahkan semua program tak akan bakal terealisasi.
Kebesaran hati kita sebagai masyarakat akan kita uji nantinya dan kelapangan hati kita sebagai masyarakat sulawesi selatan akan kita buktikan untuk mendukung siapa saja yang terpilih menjadi gubernur sulsel periode 2008-2013. Insya Allah, Sulsel Maju!!.
